Monday, April 7, 2014

HP Pemicu Cemburu

Agaknya Wasikin, 52, memiliki kekuatan yang rosa-rosa macam Mbah Maridjan almarhum. Saat marah pada istri lantaran cemburu dan diduga selingkuh lewat SMS, Ny. Arsanti, 49, cukup diangkat dan kemudian dilemparkan ke meja tamu, grubyak. Ya babak belurlah…….

Lagi-lagi terjadi, tehnologi informasi yang demikian canggih bisa bikin kacau rumahtangga. Tahun 1990 tak ada ceritanya suami istri ribut gara-gara dipicu SMS di HP. Tahun-tahun itu, HP masih muncul terbatas, dan itupun yang punya orang yang banyak duit. Ukurannya lebih gede, bentuknya seperti hotel. Pemiliknya sangat bergengsi ketika memilikinya.


Sekarang, ketika HP sudah merakyat hingga mbok bakul dan tukang macul, banyak istri dikaploki suami gara-gara dituduh pacaran lewat HP. Ny. Arsanti warga Jetis Glonggong, Gondang, Kabupaten Sragen (Jateng) ini contohnya, baru saja dihajar suami sampai lenggek-lenggek (payah) gara-gara HP. Kala itu di HP istrinya masuk SMS mesra dari seorang lelaki, dan marahlah Wasikin  secara nyeleng picak (membabi buta).

Kalau dipikir-pikir, begitu kata almarhum Basuki, sebetulnya Wasikin saja yang tak siap punya bini cantik. Kan sudah menjadi resiko wanita cantik semacam istrinya, di luar selalu banyak yang menggodanya. Kalau saja sang istri tak menanggapi, biarkan saja kaum lelaki orgasme sendiri gara-gara memikir istrinya. Kenapa harus repot.

Ny. Arsanti memang cakep, sangat beda dengan Wasikin yang tinggi besar tapi tidak proporsional. Orang Jawa bilang: wagu. Tapi karena sudah jodoh, Tuhan pun mempertemukannya, bak mur dengan baut. Wasikin sebagai bautnya, dan Arsanti sebagai murnya tentu saja. Cuma celakanya, andaikan sebuah mur, Arsanti ini mur yang loncer, dipasang ke mana saja masuk. Ya pusinglah suami.

Seiring dengan ngetrennya HP, Wasikin juga membelikan alat komunikasi itu buat istrinya. Tapi ternyata dalam prakteknya, menjadi kontra produktif. Maunya suami cukup sebagai alat komunikasi antarkeluarga, eh buah SMS-an ke mana-mana, termasuk berhubungan dengan lelaki tak dikenal. Soalnya Wasikin sering mendengar istrinya telpun-telpunan dengan orang, tapi begitu suami mendekat, jawab istri berubah jadi antara ya dan tidak melulu.

Sampailah kemudian kejadian di hari kemarin. Ada SMS masuk Arsanti tak segera merespon. Iseng-iseng Wasikin membuka dan membacanya. E lha dalah, kata-katanya sungguh mesra, layaknya dari seornag lelaki. Kontan saja dia jadi cemburu, dan langsung menuduh Arsanti telah selingkuh.

“Enggak, saya tak pernah kirim SMS ke lelaki lain. Nggak tahu dari mana itu,” tangkis Arsanti. Mendengar jawab istri ditambah sikap yang berlagak pilon, Wasikin jadi kalap. Langsung saja tubuh istrinya diangkat, lalu dilempar ke meja tamu, gribyak. Duh, sakitnya minta ampun. Gara-gara itu jalan Arsanti jadi mengkek-mengkek macam enthog dobol. “Kok tega sih kamu sama istri sendiri,” tangis Arsanti.

Tak terima dengan perlakuan suami,Arsanti hari itu juga lalu melapor ke Polres Sragen, dengan mengusung pasal KDRT. Dia minta suami ditangkap dan kalau perlu dipenjarakan. Bapak ibunya saja yang ngingoni (kasih makan) tak pernah sekasar itu, kok ini lelaki hanya modal surat nikah berani menganiaya anak orang.

Mestinya kan dilempar ke ranjang, ya Bu? (SP/Gunarso TS)

No comments:

Post a Comment